Penerimaan KKN-T 136 Universitas Diponegoro x Bank BRI
Penerimaan Mahasiswa KKN-T 136 Universitas Diponegoro x Bank BRI oleh Pemerintah Desa Getas
Pemerintah Desa Getas secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 136 Universitas Diponegoro yang berkolaborasi dengan Bank BRI pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Balai Desa Getas pada pagi hari. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama dua bulan, mulai 18 Juni 2026 hingga 17 Agustus 2026.
Acara penerimaan dihadiri oleh Kepala Desa Getas, Bapak Budiyono, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Bapak Ir. Cahya, perwakilan Bank BRI Unit Singorojo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta seluruh mahasiswa KKN Tematik Tim 1. Dalam sambutannya, para pihak menyampaikan harapan agar pelaksanaan KKN dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Getas melalui berbagai program pemberdayaan dan pengembangan potensi desa.
Pelaksanaan KKN-T 136 Universitas Diponegoro x Bank BRI dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama berlangsung pada 18 Juni hingga 17 Juli 2026 dan terdiri atas 11 mahasiswa. Selanjutnya, kloter kedua akan melanjutkan program pada 17 Juli hingga 17 Agustus 2026 dengan jumlah 14 mahasiswa. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program kerja selama masa pengabdian di desa.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan berfokus pada pengembangan program yang mendukung terwujudnya Desa BRILIAN melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program yang diusung mencakup pengembangan konsep Smart Eco Village, penguatan sektor UMKM agar lebih unggul dan berdaya saing, pemetaan serta pengembangan potensi desa, hingga berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui sinergi antara Universitas Diponegoro, Bank BRI, Pemerintah Desa Getas, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan KKN-T 136 dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pembangunan desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.